Makanan rakyat ini kini banyak dijumpai dikantin-kantin dan di rumah makan yang ada di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas.
Sajian masakan yang kaya akan rempah dan bumbu-bumbu ini dapat anda temukan dikanti Ulan, kantin yang sejak 30 tahun berdiri ini terletak di Jalan Pembangunan tepat di samping turunan Jembatan sabbok.
Pemilik kantin Nenek Kastiani (61) mengaku telah bejualan bubur pedas selama 30 tahun hingga sekarang kantinya masih ramai dikunjungi pengunjung yang hendak mencicipi makanan tradisional ini.
Wanita yang berumur 61 tahun ini merupakan warga asal Pontinak namun sejak kelas satu sekolah dasar telah pindah ke Kabupaten Sambas mengikuti sang ayah yang berpropesi sebagai polisi.
Nenek lima anak dengan lima cucu ini mengatakan, selama menjual masakan tradisional ini banyak diantara pengunjung bukan hanya warga Indonesia namun berbagai negara seperti Canada, Amerika, Spanyol, Arab, Jepang dan Australia.
"Yang datang bahkan ada yang dari negara bola, Spayol ke, lupa saya, dari negara lain juga ada, biasa bule-bule makan di sini, mereka pun suka katanya enak," ujarnya, Minggu (29/1/2017).
Nenek kastiani mengungkapkan, masakan tradisional ini sebenarnya baru dikatakan bubur pedas. Apabila berbahan sebanyak 40 macam bahan seperti bumbu, sayuran dan bahan-bahan lainnya.
"Tapi itulah sekarang sayuran sangat susah dapat jadi bubur pedas yang ada sekarang, hampir tidak ditemukan yang berbahan sampai sebanyak itu,"Ungkapnya.
Nenek yang memiliki suami asli warga Sambas ini dari berjualan Bubur Pedas bisa sampai berangkat ke tanah suci untuk menunaikan Ibadah Haji.
"Allhamdulilah, dari hasil berjualan udah bisa berangkat kesana," katanya.
tribun pontianak

This post have 0 comments
EmoticonEmoticon